Tampilkan postingan dengan label Tips-Kiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips-Kiat. Tampilkan semua postingan

Cermat Merawat Pusar



Tak perlu takut merawat tali pusar bayi baru lahir. Ikuti saja kiatnya berikut ini.

Apa, sih, istimewanya organ ini sehingga jadi momok ibu baru? Di masa janin, pusar si kecil berupa tali dan fungsinya sebagai saluran suplai bahan makanan dari plasenta, sekaligus menyalurkan sisa metabolisme dan eksresi janin.

Setelah lahir, pemotongan tali pusar bayi yang dilakukan oleh dokter biasanya menyisakan ‘bagian’ sepanjang beberapa sentimeter, yang nantinya akan lepas dengan sendirinya. Biasanya, tali pusar lepas sekitar 10-21 hari setelah bayi lahir.

Selama tali pusar belum lepas, perlu dilakukan perawatan secara cermat agar tidak terjadi infeksi.

- Jaga kebersihan area pusar dan sekitarnya, serta upayakan selalu dalam keadaan kering.
- Gunakan kapas baru pada setiap basuhan.
- Agar tali pusar lebih cepat lepas, gunakan kain kasa pada bagian pusar yang terus dibalut sehingga mendapat udara cukup.
- Saat membersihkan, pastikan suhu kamar tidak terlalu dingin.
- Agar praktis, kenakan popok dan atasan dari bahan kaos yang longgar.
- Lakukan acara bersih-bersih ini 1–2 kali sehari.

Persiapkan Perlengkapan

Sebelum merawat pusar si kecil, siapkan dulu berbagai peralatan yang diperlukan.
- Bola-bola kapas yang lembut dan steril.
- Kain kasa yang bersih dan kering.
- Air matang yang dingin.
- Handuk lembut.
- Popok bersih.

Segera ke dokter!

Kunjungi dokter jika kulit di area sekitar pusar si kecil memerah dan panas seperti terbakar. Bisa jadi ada infeksi yang disebabkan jamur atau hal lain. Kalau penyebabnya memang benar-benar infeksi, biasanya akan diberikan sedikit betadine.

Andi Maerzyda A.D. Th.

Menyiasati Gumoh


Bukan hal yang aneh jika bayi Anda gumoh sesaat setelah disusui.

Di awal-awal kehidupannya, si kecil sering memuntahkan sebagian ASI yang ditelannya. Normalnya, fenomena gumoh ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi, yakni di usia 12–16 minggu.

Kenali penyebabnya

Penyebab terjadinya gumoh memang bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah:

* Volume lambung masih kecil, sementara susu yang ditelan bayi melebihi kapasitas lambung

Ini penyebab paling umum. Masalahnya makin menjadi karena bayi senang menggeliat. Padahal, gerakan ini membuat tekanan dalam perut tinggi, sehingga jadi gumoh. Sebenarnya, gumoh masih normal sepanjang jumlah cairan yang keluar dan masuk seimbang.

* Klep penutup lambung belum sempurna

Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. Nah, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum sepenuhnya berfungsi sempurna. Akibatnya, kalau ia langsung ditidurkan setelah disusui, dan juga menggeliat, susu akan keluar dari mulut. Untuk mengurangi gumoh, berikan susu sedikit demi sedikit.

* Menangis berlebihan

Tangis seperti ini membuat udara yang tertelan juga berlebihan, sebagian isi perut si kecil akan keluar. Memang, bisa jadi bayi Anda menangis karena tidak bisa menelan susu dengan sempurna. Kalau sudah begini, jangan teruskan pemberian ASI. Bisa-bisa, susu malah masuk ke dalam saluran napas dan menyumbatnya.

Cegah dan atasi

Sebetulnya, gampang kok membuat si kecil tidak gumoh.

* Posisi menyusu musti pas. Pastikan seluruh bibirnya menutup puting susu serta daerah berwarna hitam di sekitarnya. Dengan begitu, kemungkinan udara yang masuk dan tertelan selama menyusu bisa diperkecil.

* Kalau gumoh berlebihan, tengkurapkan si kecil . Udara yang terperangkap di lambung akan lebih mudah keluar. Juga, masuknya cairan ke paru-paru bisa dicegah.

* Jangan langsung banyak minum . Lebih baik, bayi minum sedikit-sedikit, disendawakan, lalu minum lagi. Dengan cara ini, udara tidak sempat “mampir” ke lambung.

* Bila gumoh terus berlebihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk dicarikan penyebabnya. Bisa jadi, ia menderita alergi.

Laila Andaryani Hadis

Cara Tepat Menggendong Bayi



Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan bunda, tubuh bayi baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara tepat untuk menggantikan semua itu.

Menggendong bayi baru tampaknya gampang, tapi bisa juga merepotkan bagi yang tak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya? Jangan khawatir! Ikuti saja cara-cara berikut ini. Ditanggung Anda langsung mahir menggendong si buah hati!

- Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (tangan kiri, misalnya) di punggung dan bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.

- Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.

- Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.

- Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.

Pakai Baju ya , Sayang…



Biarpun tak banyak jenisnya, tapi memakaikan baju bayi perlu taktik jitu biar lancar dan nyaman.

Bagi ibu baru, memakaikan baju bayi yang baru lahir sering bikin senewen. Pasalnya, tubuh si kecil terlihat begitu ringkih. Apalagi kalau si kecil tidak bisa diam atau malah menangis gara-gara terusik kenyamanannya.

Sebenarnya, memakaikan baju bayi itu mudah. Salah satu kunci suksesnya adalah Anda tetap santai. Cobalah, ajak bayi Anda ngobrol. Ekspresi wajah Anda saat mengobrol akan membuatnya nyaman dan aman. Nantinya, ia malah akan menikmati saat-saat bersama Anda ini.

Sri Lestariningsih(ayahbunda)

Menangkal Biang Keringat



Udara panas dan pengap jadi penyebab biang keringat. Buntut-buntutnya , bayi jadi rewel.

Biang keringat alias keringat buntet memang sering menyerang bayi. Biasanya sih, ini terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat. Keringat yang keluar berkumpul di bawah kulit, sehingga timbullah bintil-bintil merah. Masalahnya, biang keringat biasa kambuh secara berulang, terutama bila udara sangat panas.

Ini kiatnya!

Sebenarnya, biang keringat bisa dicegah dengan cara menghindari penghalang penguapan keringat. Caranya mudah kok. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

- Mandikan si kecil secara teratur , pagi dan sore hari.

- Jaga kulit bayi tetap kering dan “dingin” . Sehabis mandi, bagian tubuh yang berlipat, seperti lipatan paha, ketiak, dan leher, dikeringkan dengan handuk sampai benar-benar kering.

- Ketika berkeringat, si kecil jangan langsung diberi bedak . Basuh dulu si kecil dengan lap basah, baru kemudian dikeringkan. Setelah kering, oleskan bedak tipis-tipis saja. Kalau Anda terlalu “bersemangat” membedakinya hingga terlalu tebal, dikhawatirkan bedak tersebut malah menyumbat pori-pori si kecil.

- Jaga ventilasi dalam kamar . Usahakan ada udara yang mengalir, sehingga kamar terasa sejuk. Ini terutama bila Anda hidup di kota yang bersuhu panas. Bila perlu, pasang jendela yang lebar. Dengan begitu, pertukaran udara dari luar ke dalam kamar berjalan lancar. Tahukah Anda, sekitar 70% dari kasus biang keringat ternyata bisa diatasi bila sirkulasi udara di dalam kamar oke.

- Pilih baju yang tepat . Jangan sampai pakaian si kecil terlalu ketat atau terbuat dari bahan yang tebal. Kenakan saja pakaian yang terbuat dari katun tipis yang dapat mengisap keringat.

Kapan Harus ke Dokter?

- Bila biang keringat sudah jadi infeksi . Ini ditandai dengan adanya bintik-bintik putih. Dokter akan memberi salep untuk mengurangi peradangan lebih lanjut.

- Kalau infeksi biang keringat sampai mengeluarkan nanah , dokter akan memberi salep yang mengandung antibiotika.

Laila Andaryani Hadis

Membersihkan Kerak Topi



Pada kulit kepala bayi, seringkali terlihat adanya serpihan kulit atau lapisan tebal pada kulit. Itulah yang disebut kerak topi. Bagaimana cara mengatasinya?

Kerak topi, yang juga lazim disebut cradle cap atau kerak kepala, memang cukup sering dijumpai pada bayi usia 3 minggu hingga 3 bulan. Biasanya, gangguan ini timbul di dekat dahi, berminyak dan berwarna kekuning-kuningan. Begitu terkelupas, serpihan-serpihan kulit tampak seperti ketombe.

Gara-gara hormon ibu

Umumnya, kerak topi timbul pada bayi yang tidak memiliki cukup rambut. Sebab, seluruh minyak yang dihasilkan kulit kepalanya tidak bisa diserap. Bila Anda tidak rajin-rajin membersihkannya, debu dan serat-serat halus akan menempel pada kulit kepala yang berminyak. Lama kelamaan, terbentuklah semacam kerak.

Memang, kelenjar minyak pada kulit bayi biasanya bekerja terlalu aktif. Apa penyebabnya? Ternyata, ini akibat masih tingginya kadar hormon ibu yang mengalir di dalam tubuh mungilnya. Meski begitu, jangan langsung panik. Pengaruh hormon ibu “hanya” akan berlangsung selama bulan-bulan pertama kehidupan si kecil. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, gangguan kulit ini akan hilang dengan sendirinya. Umumnya, setelah si kecil berusia 6-7 bulan, kerak topi sudah benar-benar lenyap.

Perhatian!

Bila kerak topi dijumpai pada si kecil, beberapa hal berikut bisa jadi catatan:
- Setelah diolesi baby oil, Anda boleh saja memijat kepala mungilnya secara perlahan-lahan.
- “Membiarkan” baby oil selama beberapa menit pada kulit kepala akan membuat kerak jadi lunak dan mudah dibersihkan.
- Jangan bersihkan kerak topi dengan jari-jari Anda. Bisa-bisa kuku Anda melukai kulit kepalanya.
- Sebagai pengganti baby oil , bisa juga Anda biarkan rambut si kecil disampo selama 20 menit. Setelah itu, sisir rambutnya dengan sikat rambut yang halus dengan hati-hati.
- Lakukan ini 2- 3 kali dalam seminggu.

Siapkan Dulu Pirantinya

- Baby oil
- Sampo bayi
- Sikat rambut yang halus

Sri Lestariningsih (ayahbunda)

Agar Mata Si Kecil Tetap Berbinar



Mata bayi Anda kelihatan kotor dan “redup”? Tak usah khawatir dulu. Asal tahu caranya, mata mungilnya bisa “bersinar” lagi!

Mata adalah jendela untuk melihat dunia. Jadi sudah sepatutnya Anda tidak mengabaikan kondisi mata si kecil. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Cari penyebabnya

Penyebab “redupnya” mata bayi bisa beragam (silakan lihat boks “Ini Dia Penyebabnya!”). Untuk memastikannya, berkonsultasilah dengan dokter anak Anda. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan benar-benar tepat.

Siap-siap dulu sebelumnya

- Tangan Anda harus bersih. Ini untuk menjaga kuman-kuman yang “nakal” ikut-ikutan masuk ke mata mungilnya.

- Gunakan kapas bulat yang lembut, sebab “serpihan” kapas tidak akan menempel di mata dan menimbulkan iritasi.

- Celup kapas bulat dalam air hangat, agar tidak tidak terjadi iritasi.

- Saat membersihkan mata

- Rajin-rajinlah membersihkan matanya, minimal berbarengan saat Anda membersihkan tubuhnya di pagi dan sore hari.

- Ganti kapas setiap kali membersihkan mata bayi, agar kotoran mata yang sudah terambil tidak mengenai matanya lagi. Tindakan ini juga mencegah kontaminasi kuman dari satu mata ke mata lainnya.

Ini Dia Penyebabnya!

- Sebelum berusia 48 jam. Biasanya akibat kontaminasi cairan ketuban atau darah seusai persalinan. Kotoran matanya akan berwarna kecokelatan, tapi tidak berbau.

- Setelah usianya 48 jam. Ini karena infeksi. Umumnya, kotoran mata akan berwarna kuning kehijauan dan berbau. Infeksi bisa juga ditandai radang pada mata, berupa bengkak dan berwarna kemerahan.

- Sumbatan pada saluran air mata . Terjadi karena ada sumbatan di saluran air mata, sehingga air mata menggenang dan debu yang beterbangan di udara lengket di mata.

Nia L. Tobing(ayahbunda)

Bagaimana menidurkan bayi Anda?

Bagi pasangan suami istri yang belum lama menikah lalu dikaruniai seorang bayi adalah sebuah kebahagiaan yang dinantikan, namun hal itu juga dapat menimbulkan kegelisahan pada pasangan tersebut.

Salah satu sumber kegelisahan itu adalah ketika bayi Anda tidak tidur pada waktu yang Anda kehendaki, alhasil aktivitas dan waktu istirahat Anda juga akan terganggu. Jika keadaan ini berlangsung lama maka kelelahan akan menghampiri Anda.

Kegelisahan ini dapat Anda atasi dengan membantu bayi Anda untuk tidur secara mandiri, seorang bayi dikatakan tidur secara mandiri jika bayi tersebut tidur pada malam hari dan jumlah jam tidurnya cukup panjang atas dasar kebiasaan.

Artikel ini mencoba membantu Anda untuk memberikan tips agar Anda dapat menidurkan bayi dengan baik.

  1. 1. Lakukan segala sesuatu terhadap bayi Anda dengan konsisten.
  2. Hal ini penting untuk dilakukan bila menginginkan bayi Anda tidur pada waktu yang diinginkan, biasakan bayi Anda untuk mandi, makan, dan lain sebagainya pada waktu-waktu yang relatif sama.
  3. 2. Menempatkan bayi Anda di tempat tidur.
  4. Menempatkan bayi di tempat tidur akan membuat bayi belajar dengan sendirinya bagaimana tidur tanpa bantuan dari Anda.
  5. 3. Perbanyaklah bayi Anda untuk terjaga pada siang hari, hal ini akan membuatnya mengantuk dan tertidur pada malam hari. Bila bayi Anda banyak tidur pada siang hari maka biasanya ia akan terjaga pada malam hari.

Semoga mencoba. [rd]

KENALI TANDA TANDA BAYI LELAH

Rewel adalah "gejala" yang paling mudah dikenali. Masih ada 11 "gejala" lainnya yang perlu dipahami agar Anda tepat menanganinya.

Apa yang terjadi jika kita lelah? Punggung diregangkan, menjadi lebih sensitif, kehilangan fokus perhatian, dan sebagainya. Ternyata tanda-tanda lelah yang muncul pada orang dewasa hampir sama dengan apa yang dialami oleh bayi. Ia akan melakukan hal-hal yang mirip dilakukan oleh orang dewasa.

Lelah pada bayi umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kualitas tidur yang kurang. Mungkin saja saat tidur ia merasa kurang nyaman karena ruangan terlalu panas atau dingin, popok basah yang telat diganti, lapar atau yang lainnya. Kondisi ini membuat bayi tidak lelap tidur sehingga berikutnya ia cepat letih.

Bisa juga bayi terlalu lama bermain. Apalagi bayi yang sudah bisa tengkurap, merangkak, atau berjalan mengeksplorasi lingkungannya. Hal ini kerap membuatnya lupa beristirahat sehingga ia pun kelelahan.

Agar bayi dapat tumbuh dengan baik dan bisa menikmati aktivitas hariannya, kita perlu mencermati waktu bermain dan beristirahatnya sehingga tepat perimbangannya. Dengan takaran porsi bermain dan beristirahat yang pas, maka fisik, psikis, maupun kecerdasannya akan tumbuh dan berkembang sempurna. Intinya, begitu bayi mulai kelihatan lelah, sudah waktunya dia segera beristirahat.

12 TANDA

Berikut adalah tanda-tanda bayi lelah dan butuh istirahat seperti yang tertulis dalam buku Tanya Jawab Seputar Kehamilan, karya Tris Booth, MA, LCCE, FACCE., terbitan Buana Ilmu Populer (2007).

1. Melihat ke arah lain

Ada bayi yang menunjukkan kelelahannya dengan melihat ke arah lain saat ditegur atau diajak bermain. Misal, bayi sedang tidur di atas boksnya kemudian kita datang dan berusaha mengajaknya bermain. Bukannya antusias, si kecil malah melihat ke arah lain.

2. Memalingkan wajah

Bayi juga menunjukkan kelelahannya dengan memalingkan wajahnya atau melengos. Saat ditegur, dengan tegas ia memalingkan wajahnya, bukan melihat ke arah lain melainkan tidak ingin menatap kita yang ada di depannya.

3. Meregangkan punggung

Saat lelah, bayi pun ada yang melengkungkan punggungnya ke depan. Ini mirip dengan orang dewasa yang berusaha meregangkan punggungnya saat lelah dan butuh istirahat. Bayi akan melakukannya baik saat tidur, digendong, maupun saat duduk bermain.

4. Rewel

Entah menangis atau mengeluarkan rengekan merupakan tanda yang sangat umum ditunjukkan bayi saat ia merasa tidak nyaman. Kerewelan akibat kelelahan biasanya ditunjukkan dengan tangisan yang tidak terlalu melengking, pelan tapi terus-menerus.

5. Bernapas lebih cepat atau lebih kencang

Pada orang dewasa, lelah dapat membuat napas lebih cepat dan kencang. Hal ini bisa pula terjadi pada bayi. Jika dicermati, napas bayi yang sedang lelah biasanya lebih cepat dan kencang.

6. Menahan napas sebentar

Selain lebih cepat dan kencang, bayi pun sering kali menahan napas. Ditahan sebentar lalu diembuskan lagi. Ia akan melakukannya berkali-kali sampai ia bisa beristirahat dengan nyaman.

7. Menjadi pucat, kemerahan, atau timbul bercak-bercak

Bisa saja saat lelah wajah bayi menjadi pucat. Bahkan pada beberapa bayi, terutama yang menderita alergi, wajahnya akan tampak kemerahan dan timbul bercak-bercak.

8. Tertegun

Tertegun atau "bengong" bisa juga menjadi tanda bahwa bayi lelah. Jika biasanya ia aktif saat bermain kini ia lebih banyak tertegun bahkan tidak antusias jika kita ajak bermain.

9. Bersin atau batuk

Bersin atau batuk menjadi tanda jika daya tahan tubuh sedang menurun. Jika bayi bersin atau batuk bisa saja daya tahan tubuhnya sedang menurun karena lelah. Kondisi lelah menunjukkan bahwa tubuh butuh istirahat supaya daya tahan tubuh kembali prima.

10. Cegukan

Kondisi tubuh bayi yang kurang fit dapat memunculkan gejala cegukan.

11. Main ludah

Mempermainkan ludah sangat mungkin menunjukkan bahwa bayi sedang lelah. Ia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya lalu ia mempermainkan ludahnya.

12. Buang air besar

Rasa tidak nyaman saat lelah bisa memengaruhi kondisi pencernaan bayi. Pencernaannya bekerja lebih aktif sehingga bayi pun ingin buang air besar.

Irfan Harsuki. Foto: Iman/nakita

CIPTAKAN TIDUR YANG BERKUALITAS!

Istirahat yang paling baik untuk bayi adalah memberinya waktu tidur yang berkualitas. Dengan begitu tubuh bayi akan segar dan fit kembali. Tapi tidak setiap orangtua tahu bagaimana menciptakan tidur yang berkualitas pada bayi. Berikut tip yang diberikan oleh Mira D. Amir, Psi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT UI), Jakarta.

* Buatkan jadwal tidur

Bayi bisa tidur kapan saja, terutama setelah lelah bermain, menangis, atau kekenyangan. Namun alangkah baiknya jika orangtua sudah membuatkan jadwal tidur pagi, siang, sore atau malam pada bayi. Sebagai panduan, bayi usia 1-5 bulan membutuhkan waktu tidur 17 jam sehari, terdiri atas 8,5 jam tidur malam dan 8,5 jam tidur siang. Selanjutnya, bayi usia 6-12 bulan membutuhkan 13-14 jam sehari, terdiri atas 11 jam tidur malam dan 3 jam tidur siang. Kita bisa mengatur waktu tidurnya dengan berpedoman pada jam tidur di atas.

* Pastikan perutnya kenyang

Perut kosong dapat mengganggu karena umumnya bayi yang lapar akan rewel atau gelisah saat tidur. Jadi, pastikan perut bayi kenyang sebelum tidur. Bayi 6 bulan ke atas sebaiknya diberi makan 2 jam sebelum tidur agar metabolisme dan suhu tubuhnya sudah normal kembali ketika akan tidur.

* Ciptakan suasana nyaman

Ciptakan suasana nyaman dalam kamar bayi, dari kebersihan, suhu kamar yang tidak terlalu panas atau dingin, juga cahaya yang tidak terlalu terang/gelap. Letakkan termometer suhu di sekitar tempat tidur agar kita bisa memantaunya. Gunakan lampu temaram karena sinar temaram terbukti dapat membantu tubuhnya memproduksi zat penenang alami, yaitu melatonin yang bisa membantunya segera tertidur.

* Pakaikan baju tidur yang nyaman

Pilihkan baju tidur yang pas dan nyaman. Jika suhu ruang tidurnya termasuk hangat, pakaikan baju yang tidak membuatnya gerah. Jika suhu udara dingin, pakaikan baju tidur yang cukup hangat. Jika perlu, selimuti dengan selimut tipis untuk lebih menyamankan atau melindunginya dari serangan nyamuk. Pospak pun mungkin perlu dipakaikan jika ketidaknyamanan akibat popok yang basah sampai mengganggu kualitas tidur bayi. Pilihkan pospak yang memiliki daya serap tinggi sehingga tidak mengiritasi kulit.

* Dekorasi kamar yang nyaman

Dekorasi kamar yang menarik akan membuat asosiasi bayi menjadi positif terhadap kamarnya sehingga ia akan senang berada di dalamnya. Dengan begitu tidurnya pun akan lebih nyaman.

* Mandi air hangat

Kalau perlu, bantu bayi yang sulit tidur nyenyak dengan memandikannya pakai air hangat. Ini akan membuat tubuhnya relaks dan lebih cepat tidur. Supaya lebih efektif, setelah mandi susuilah, niscaya ia akan lebih nyaman dan relaks.

* Putarkan lagu/musik

Musik pengantar tidur dapat menciptakan suasan relaks. Putarlah musik tersebut ketika bayi akan tidur. Pilihannya bisa musik klasik yang lembut atau jenis musik lamat-lamat lainnya. Kita juga bisa meninabobokkannya dengan bersenandung atau mendendangkan lagu Nina Bobok sambil mengayun atau membelainya.

* Lakukan pijatan ringan

Pijatan juga menimbulkan efek menenangkan sebagai pengantar tidur. Lakukan pijatan ringan dan lembut dari kaki, tangan, dada, dan perut. Selain pijatan kita juga bisa mengusap-usap punggung, kepala, pipi, atau paha bayi.

Kuning Telur Berkhasiat Menyapih Bayi

TRADISI mengoleskan jamu atau brotowali, bahkan kopi pada puting susu untuk menyapih si kecil patut ditinggalkan. Penelitian yang dimuat American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan kuning telur adalah makanan penyapih yang baik jika bayi Anda terpaksa tak bisa menyusu atau tidak toleran terhadap susu sapi. Kuning telur mengandung nutrisi yang cukup untuk perkembangan otak ketika harus menyapih bayi Anda.

Penelitian ini melibatkan 137 ibu yang memiliki bayi berusia enam bulan. Bayi-bayi ini secara acak memakan kuning telur yang sudah diperkaya Omega 3. Uji darah yang dilakukan pada bayi ini menunjukkan peningkatan kadar DHA 30-40 persen lebih tinggi. Kadar zat besi pada tubuh bayi juga naik. Sementara kadar kolesterol tak menunjukkan peningkatan.

Jika ingin menirunya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak Anda, karena kuning telur merupakan alergen (zat pencetus alergi) bagi bayi yang alergi makanan tertentu.
(Mom& Kiddie//tty)

10 Petunjuk Agar si Kecil Terlelap Tidur

BAYI menghabiskan belasan jam per hari untuk tidur. Bahkan bayi yang baru lahir bisa menghabiskan waktu sekitar 16-18 jam per hari untuk tidur. Dengan bertambahnya umur, waktu tidurnya pun berkurang. Bayi usia setahun menghabiskan waktu antara 14-16 jam. Kualitas tidur bayi tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik, tapi juga sikapnya keesokan hari.

Tidur ringan atau tidur REM (rapid eye movement) merupakan kondisi tidur dengan ciri-ciri, antara lain napas tidak teratur, tubuh cenderung tegang, dan bola mata bergerak-gerak di bawah kelopak mata. Sebagian besar bayi normal tidur dalam keadaan REM. Sebaliknya, tidur nyenyak atau non-REM ditandai dengan keadaan sangat santai, relaks, berbaring tenang dengan detak jantung dan tarikan napas yang teratur, dan hampir tidak bermimpi. Sulit membangunkan bayi dalam fase tidur ini. Berikut beberapa tips agar si buah hati terlelap tidur.

1. Berikan makanan dan minuman yang cukup.

Banyak bayi sulit tidur atau sering terbangun dari tidurnya karena merasa belum kenyang. Karena itu, penuhi kebutuhan makanan dan minuman bayi sebelum tidur. Jika kebutuhan fisiknya dipenuhi, si kecil tidak lagi sering terbangun di tengah malam. Yang perlu diperhatikan, ditinjau dari kesehatan gigi, kebiasaan memberikan susu di malam hari sebaiknya dihentikan setelah gigi bayi muncul (sekitar usia 6 bulan setelah masa ASI eksklusif). Sebagai gantinya, berikan air putih jika ia haus atau tenangkan bayi agar tidur kembali.

2. Kenakan baju yang tepat.

Pilihlah baju untuk tidur yang nyaman. Sesuaikan ukurannya dengan tubuh bayi. Jangan terlalu besar, tapi juga jangan terlalu kecil sehingga tidak membuatnya sesak. Pilih baju tidur yang bahannya lembut. Baju tidur yang nyaman membantu bayi terlelap semalaman.

3. Bersihkan badan.

Tubuh lengket karena keringat dan kotor sehabis makan dan bermain gampang membuat kulit bayi gatal-gatal. Karena itu, seka tubuh bayi dengan kain lap basah sebelum tidur. Kalau perlu, sapukan bedak ke lipatan kulitnya dan oleskan minyak telon di perut dan punggungnya. Cara itu bisa membuat bayi nyaman dan cepat tertidur.

4. Atur kamar dan ruang tidur.

Atur suasana kamar sehingga nyaman untuk tidur. Pengaturan kamar ini meliputi pengaturan tata cahaya, ventilasi, tata warna, suhu, dan juga keadaan boksnya. Anda bisa meletakkan boks di dalam kamar tidur, di samping ranjang orangtua atau di kamar tersendiri. Masing-masing pilihan ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika bayi sering gelisah dan terbangun dari tidur, ganjal sisi tubuhnya dengan bantal kecil atau buntalan selimut (bisa juga handuk lembut) sehingga bayi merasa ada yang menjaganya. Hindarkan juga suara bising yang membuatnya mudah terjaga. Jangan gunakan pewangi ruangan dan antinyamuk yang bisa membuatnya sesak. Nyamuk memang sering membuat bayi tidak nyenyak tidur. Gunakan kelambu untuk melindungi bayi dari serangan nyamuk.

5. Cat dinding.

Pilih cat dinding dengan warna lembut. Warna cat yang gelap bisa membuat anak takut. Bila ingin memasang gambar, pilih gambar yang indah atau menyenangkan seperti pemandangan atau gambar kartun kesukaan si kecil. Tak perlu memasang gambar yang bisa mebuat anak berfantasi yang menakutkan.

6. Buang air sebelum tidur.

Celana basah dan kotor bisa mengganggu tidur bayi. Karena itu, usahakan agar bayi buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK) sebelum tidur. Memang hal ini tidak lantas menjadi jaminan bahwa bayi tidak BAB dan BAK pada malam hari karena sering atau tidaknya bayi buang air dipengaruhi juga oleh asupan minuman dan makanan, juga beragam faktor lain. Tapi setidaknya bayi terbiasa mangatur jam biologisnya, termasuk untuk BAB dan BAK. Nah, agar bayi bisa tetap "kering", jangan memberinya susu jika ia bangun malam hari. Kebutuhan nutrisi bayi 6 bulan ke atas sebaiknya dipenuhi pada pagi hingga 1-2 jam sebelum tidur malam.

7. Mendongeng.

Dongeng dapat membuat bayi cepat terlelap. Pilihlah buku dongeng yang lucu, menarik, dan singkat. Bacakan secara lembut dan berulang-ulang. Tapi Anda harus ingat baik-baik bahwa tidak semua bayi bisa menikmati cerita. Efektivitas cara ini juga sangat tergantung pada kemampuan orangtua mendongeng. Jika bayi kelihatan tidak tertarik pada cerita yang Anda baca, jangan dipaksakan. Ganti dengan buku yang gambarnya lebih menarik, tidak terlalu banyak detail, atau cari cara lain yang lebih efektif.

8. Bernyanyilah dan bisikan kata-kata mesra.

Lengkapi dongeng dengan nyanyian "Nina Bobo" atau lagu lain sejenisnya yang mampu menenangkan bayi. Begitu juga kata-kata penuh rasa sayang. Ucapkan kata-kata itu dengan lembut dan sayup-sayup di telinganya. Semua itu bisa membuat bayi tenang. Ulangi kata-kata tersebut setiap kali meletakkan bayi di tempat tidur. Ketenangan merupakan kunci bayi tidur pulas.

9. Musik pengantar tidur.

Musik yang indah akan membuai bayi dengan cepat. Apalagi jika si ibu sudah terbiasa memperdengarkan musik sejak bayi masih berada di dalam rahimnya. Beberapa bayi berhasil ditenangkan dengan cara-cara ini. Karena itu, tak ada salahnya Anda mencoba cara ini. Ingat baik-baik, musik juga memberikan efek terapi yang dapat merangsang perkembangan otak bayi.

10. Pola hidup teratur dan hindari stres.

Rutinitas yang dilakukan bayi sejak bangun tidur hingga menjelang tidur kembali (mandi, makan, main, buang air, membersihkan gigi dan sebagainya) membantunya menemukan ritme kehidupan. Ritme teratur membuat bayi mampu melakukan antisipasi terhadap situasi sehingga dengan bagitu ia dapat memperoleh kestabilan emosi. Kestabilan ini sangat mempengaruhi kualitas tidur bayi.
(Genie/Genie/tty)

6 Kekuatiran Ibu Baru



(Tenang... Ini Dia Kiat Jitunya)

Banyak hal kecil ternyata membuat bingung para ibu baru. Anda juga merasakannya?

Semua orang yakin bahwa Anda dan pasangan saat ini tengah bahagia luar biasa. Namun sebagai ibu baru, kebahagiaan ini tak jarang disertai berbagai kekhawatiran, dari soal kondisi kesehatan sang bayi, ketidaktahuan cara merawatnya, sampai urusan kedekatan hubungan Anda dengan suami.

Tak perlu panik. Anda tidak sendirian, kok. Banyak ibu baru yang senasib dengan Anda. Mungkin seperti berikut inilah persoalan plus kiat mengatasinya.

1. Belum jatuh cinta

Kebutuhan si kecil akan cinta dan ikatan yang erat sejak dini dengan Anda, sang bunda, akan mempengaruhi keterampilan sosialnya dengan orang lain di kemudian hari. Sayangnya, kedekatan hubungan ibu dan bayinya yang baru lahir ini adakalanya tidak spontan terjadi.

Tak perlu kecil hati kalau Anda belum “jatuh cinta” pada si kecil kala pertama kali melihatnya. Kehadirannya memang mengubah ritme kehidupan Anda. Jadi Anda perlu waktu untuk menyesuaikan diri, bahkan perlu waktu untuk “belajar jatuh cinta” pada bayi Anda sendiri. Selain itu, proses persalinan yang sulit, kelelahan setelah persalinan, atau kondisi bayi yang menangis terus-menerus, bisa membuat Anda berdua stres.

Bagaimana jalan keluarnya? Cobalah berbagi dengan saudara atau teman. Biasanya dengan berbagi pengalaman, Anda akan lebih mudah menjalani saat-saat seperti ini.

Tips:

* Bonding dapat dimulai dengan menyusui bayi Anda sesegera mungkin setelah ia lahir. Kontak fisik dan kontak mata pertama dengan buah hati Anda merupakan cara utama untuk menghidupkan ikatan batin Anda dengan si kecil.
* Usahakan sering berdekatan dengan si kecil, hanya berdua! Cobalah memeluk, mengajaknya bermain, atau menyusui tanpa diganggu orang lain, sekalipun itu anggota keluarga Anda sendiri.
* Ingatkan pada diri sendiri “prestasi” Anda, yaitu melahirkan si buah hati dengan selamat.

2. Kok, tidur terus?

Pola tidur bayi baru lahir kadang-kadang memang agak aneh. Ia bisa tidur seharian di siang hari dan bolak-balik bangun di malam hari. Atau, siang malam maunya tidur terus, hanya benar-benar bangun saat ia lapar. Mengapa bisa demikian?

Ketika di dalam rahim, bayi tak pernah tahu perbedaan siang atau malam, dan biasanya hal ini terbawa sampai lahir. Anda tak perlu khawatir dengan hal ini, karena bayi memang akan tidur sesuai dengan kebutuhannya. Biasanya, lama-kelamaan ia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Tetapi, jika sudah lebih dari dua jam bayi Anda belum juga bangun, sebaiknya dibangunkan untuk diberi ASI.

Tips:

* Saat tidur di siang hari, Anda dapat meletakkan bayi di kereta dorong atau ayunan. Malam hari baru ditaruh kembali di boks-nya.
* Beri ASI menjelang bayi tidur malam. Ini akan membantunya terlelap tidur.
* Matikan lampu di malam hari, agar dia mengenal perbedaan siang dan malam.

3. Belum pandai menyusui

Jangan khawatir kalau ini yang terjadi. Sekalipun menyusui adalah proses alami, tak semua ibu (juga bayinya) langsung bisa lancar menjalani proses ini. Hari-hari pertama kelahiran bayi merupakan waktu penyesuaian dalam menyusui, baik bagi Anda maupun si kecil. Beberapa masalah seperti payudara bengkak, sedikit luka di puting akibat bayi belum bisa mengisap dengan baik, merupakan sebagian dari hal-hal yang mungkin akan Anda hadapi. Tak hanya soal kondisi payudara, banyak juga ibu baru yang khawatir bayinya tak dapat cukup ASI karena merasa ASI-nya terlalu sedikit. Padahal, setiap bayi berbeda. Pola minumnya tidak sama, begitu juga kebutuhannya.

Anda ingin tahu bayi Anda cukup mendapat ASI atau tidak? Bawa saja ke dokter dan timbanglah badannya. Kalau umur lima hari bobotnya terus turun barulah bisa dikatakan kemungkinan ia kekurangan minum.

Tips:

· Kondisi Anda yang tenang, relaks, dan sabar, sangat disukai bayi saat ia ingin menyusu. Jadi, inilah kunci utama menyusui. Asal tahu saja, bayi bisa merasakan hal ini. Jadi, agar menyusui berjalan lancar, tepis segala senewen dan gelisah.

· Berikan ASI sesuai kebutuhan bayi. Bila bayi Anda menangis karena kehausan, tak usah menunggu sampai tiga jam, segera saja susui dia.

4. Duh, tangisannya!

Menangis adalah satu-satunya cara bayi baru lahir berkomunikasi. Tetapi Anda bisa dibuat kalut juga mendengarnya, apalagi kalau belum bisa memahami penyebab tangisannya. Bayi biasa menangis karena:

* Rasa lapar. Begitu sudah disusui ia akan segera tenang atau tertidur kembali.
* Perut kembung. Mengatasinya, cobalah gosokkan minyak telon di punggung atau di telapak kakinya.
* Tak suka “rasa” ASI. Kalau ia menangis setelah Anda susui, cobalah ingat-ingat, makanan apa yang baru Anda konsumsi. Bisa jadi “rasa” makanan itu tidak disukainya atau membuatnya merasa kembung.
* Popoknya kotor. Kebanyakan bayi tidak suka popoknya basah atau kotor karena tinja.
* Merasa sendirian. Bukankah selama 9 bulan dalam rahim, selain mendengar suara-suara dari dalam tubuh Anda, ia juga merasakan kehangatan? Itu sebabnya, ada bayi yang baru merasa aman dan tenang jika ada orang di dekatnya.

Tips:

* Membedong bayi di bulan-bulan pertamanya akan membuat si kecil merasa hangat dan aman.
* Jika ingin menggendong sementara Anda perlu melakukan kegiatan di rumah, gunakan alat gendong, sehingga tangan Anda bebas melakukan berbagai kegiatan.
* Seandainya bayi terus-menerus menangis, konsultasikanlah ke dokter. Dikhawatirkan si kecil mengalami kolik atau gangguan lain dan perlu segera dapat penanganan dokter.

5. Mengapa begitu?

Sebagai ibu baru, secara alami Anda tentu ingin bayi Anda tampak “sempurna”. Tak heran kalau beberapa hal berikut ini membuat Anda khawatir.

* Ada semacam jerawat kecil di wajah bayi .
* Muncul kerak kepala (cradle cap), yakni semacam lemak yang menempel tebal seperti kotoran di rambut bayi.
* Kulitnya keriput seperti orang tua.
* Kulit ari di jari-jarinya dan di bibirnya mengelupas.

Jika Anda menemui hal-hal tersebut, tak perlu khawatir. Itu biasa terjadi pada bayi baru lahir. Tak perlu dilakukan hal khusus untuk mengatasinya, karena kebanyakan akan hilang sendiri.

Tips:

* Meski tak perlu khawatir dengan kondisi di atas, namun bila sangat mengganggu Anda, konsultasikan saja ke dokter agar tahu cara penanganannya yang tepat.
* Untuk kerak kepala, bisa Anda oleskan baby oil di kulit kepala bayi agar mudah terkelupas ketika dimandikan.

6. Tak terampil merawat

Anda belum terampil memandikan bayi, memakaikan baju, membersihkan kotoran atau mengganti popoknya? Tenang... Anda tak sendirian. Keterampilan seperti ini memang memerlukan latihan berulang-ulang. Makanya, sebelum pulang dari rumah sakit, mintalah bantuan pada perawat untuk mengajari Anda, apa yang perlu dilakukan sehubungan dengan merawat bayi baru lahir.

Setelah itu, cobalah Anda lakukan sendiri di rumah, dengan panduan atau dampingan perawat, bidan, atau mereka yang berpengalaman seperti ibu atau mertua Anda. Percayalah, dalam beberapa kali saja, pasti Anda sudah piawai melakukannya sendiri.

Tips:

· Cari referensi. Baca buku (Seri Ayahbunda dan beberapa rubrik di Ayahbunda banyak mengulas hal ini), browsing internet, dan jangan ragu bertanya pada orang yang lebih berpengalaman dalam urusan merawat bayi. Biasanya Anda akan menemukan banyak trik simpel yang memudahkan Anda dalam hal ini.

* Agar mudah dikenakan, pilihkan saja si kecil baju yang berkancing depan.
* Pastikan kepala bayi tersangga dengan baik ketika dimandikan atau dipakaikan bajunya.

Retno Wahab Supriyadi